Tags

,

Saya seorang pengikut Kristus dan berusaha mendalami ajaran-ajaran Nya. Banyak ajaran Nya yang sangat menenangkan hati, tapi… sering kali diartikan secara berbeda oleh umat Nya.

Contohnya adalah ayat dalam alkitab yang mengatakan tentang kekhawatiran, secara garis besar ayat tersebut mengatakan kepada kami “jangan khawatir, burung pipit saja diberi makan oleh Nya dan bunga bakung di ladang pun di pelihara oleh Nya” (untuk ayat lengkap nya silahkan di baca sendiri ya :))

Banyak yang datang kepada saya dengan berbagai pedang judgement yang ditunjukan kepada saya saat saya mengatakan tujuan saya meninggalkan semua ini untuk sebuah “kegilaan” karena saya ingin pendidikan terbaik untuk anak saya, dan saya lebih tenang jika terjadi sesuatu terhadap saya (seperti yang terjadi pada (alm) papa saya) maka anak dan keluarga saya tetap di pelihara oleh Negara dan tetap bisa bersekolah (karena disana sekolah free selama dilakukan di Public facility dan minimal kita memegang PR) belum lagi berbagai fasilitas lainnya yang dibebankan ke pajak kita (tapi return nya ada ke kita juga).

Nah, alasan terakhir itulah yang dijadikan bahan untuk membuat pedang oleh mereka dan ditunjukan kepada saya “bukankah lu pengikut kristus? lalu kenapa lu harus khawatir sampai harus pindah ke Negara lain yang bisa melakukan itu?”

Disinilah yang saya bilang banyak yang keliru mengartikan ayat tersebut, mengapa demikian? karena mereka berasumsi jika Tuhan memberi makan burung pipit tentunya kita juga akan dipelihara seperti burung liar tersebut. Betul, kita tetap akan di pelihara, saya percaya itu. Tapi, apakah ada disebutkan jika Tuhan melempar makanan ke dalam sarang burung tersebut? apakah ada disebutkan bunga bakung di pelihara tanpa harus berusaha untuk tumbuh?

Tidak tentunya, Tuhan akan memelihara hamba Nya itu saya sangat percaya, itulah iman saya, tapi Tuhan pun ingin kita tetap berusaha mencapai yang terbaik dalam hidup kita. Tentunya tidak hanya untuk kita tapi juga bisa untuk membantu orang lain saat kita sudah merasa cukup (tapi tentunya itu menurut penilaian saya manusia yang fana dan penuh dosa, yang ada kemungkinan tidak bisa melihat dengan jelas melalui Iman saya yang pas-pas an ini).

Saat ini itulah yang sedang saya usahakan, saya memang khawatir karena batas sisi manusia saya yang belum menjadi sekelas malaikat atau nabi. Tapi saya sendiri melihat ayat tersebut dari sisi lain, itulah kenapa saya percaya dan pergi membawa iman saya, saya tidak takut apapun di tempat baru walaupun saya sama sekali belum pernah kesana dan harus memulai segala nya dari nol lagi dengan membawa seluruh keluarga saya (dengan 2 anak). Karena saya percaya, Tuhan akan membantu saya selama saya tidak berhenti berusaha. Dan, hal itu tidak akan diberikan kepada saya jika saya tidak berusaha mencari atau mencapainya.

Ingat, Tuhan memelihara burung pipit tapi tidak melemparkan makanan ke dalam sarang mereka, burung pun tetap harus berusaha mencari makanan tersebut walaupun sudah disediakan Tuhan.

Itu yang sedang saya lakukan, gila tidak gila saya hanya percaya 1 hal, tidak ada yang tidak mungkin dalam Iman. Semua hanya masalah waktu, tekad, dan keberanian kita dalam mengejar impian kita dalam hidup agar hidup ini bisa memiliki arti lebih dan lebih setiap pertambahan waktunya.

Dan, bicara masalah waktu, Tuhan tidak pernah terlalu cepat maupun terlambat, Dia selalu TEPAT, selalu, karena Dia yang Maha mengetahui kapan waktu yang tepat untuk umat Nya yang berusaha.

Setengah bulan lagi akan masuk kedalam masa Natal, masa-masa yang sangat meneduhkan dan menentramkan.

Advertisements