Gila?

Pagi ini tiba-tiba dapat sebuah tag dari salah satu blogger yang saya kenal dari dunia maya (setidaknya baru dari dunia maya karena belum pernah bertemu muka), Mas Donny Verdian. Setelah berjuang melawan macet yang luar biasa seperti biasanya di Senin Pagi, akhirnya menyempatkan diri untuk membuka blog dia di kantor untuk membaca artikel baru mengenai teman yang datang dan pergi, ada beberapa hal dasar yang mirip antara saya dengan dia, pergumulan yang terjadi, impian untuk anak-anak dsb… dsb.. dsb…

Walaupun ada kemiripan bukan berarti sama persis, kami jelas hidup dan besar serta menghadapi tantangan yang berbeda, dan dalam beberapa kesempatan dia sempat berbagi informasi, pemikiran, pendapat dan pengalaman saat saya tanya ini dan itu, sangat friendly.

Saat sedang membaca dengan enak nya meluncur kesana kemari, mata saya terhenti di 1 kalimat “kenapa terkadang kami dianggap gila”, penasaran dengan isi nya karena kata-kata gila ini sering sekali saya dengar saat melontarkan keinginan saya untuk pergi ke tempat antah berantah demi pendidikan anak saya 4 tahun lalu, lalu saya buka link tersebut.

Dan ternyata benar, isinya persis seperti apa yang saya alami, setuju atau tidak saya cukup tergelitik dengan cara beliau menyampaikan arti dibalik sebuah kegilaan.

Terlepas dari apa yang orang bilang dan anggap mengenai saya, 1 hal yang saya yakini (begitu juga dengan Mas Donny), saya bukan meninggalkan sesuatu yang buruk, tapi saya hanya ingin mencari yang lebih baik lagi.

Apa yang pernah saya ceritakan dulu di blog ini mengenai kerasnya perjuangan saya sampai berada di titik ini, mungkin yang membuat beberapa bahkan banyak orang berkata “Gila lu Jo, setelah semua yang lu raih sekarang ini dan lu memilih untuk melepaskannya untuk sesuatu disana yang belum lu ketahui akan bagaimana?”

Saya tidak menyalahkan mereka, karena saya pun merasa memang saya ini agak gila. Kehidupan yang sudah mapan ini, karir yang menjanjikan, punya rumah, mobil, keluarga yang sehat, anak yang lucu, proteksi asuransi lebih dari 1 seakan membuat saya terlihat tidak bersyukur mengingat masa lalu saya dulu yang tinggal di kos sempit, terseok-seok bahkan untuk makan layak sehari 3 kali, tanpa arah dan tidak memiliki apapun selain sebuah tekad untuk kerja keras mengubah nasip setelah ditinggal (alm) Papa 14 tahun lalu. Apalagi saya akan membawa keluarga saya ke kota yang belum pernah saya kunjungi sama sekali, makin gila kan? Hahaha… apalah arti sebuah kehidupan tanpa sedikit kegilaan yang membangun.

Saya bersyukur, sangat bersyukur, karena semua yang saya raih ini yang kemudian mengantar saya ke jenjang baru di tempat baru untuk harapan baru yang sekarang sedang saya usahakan, mengapa harus saya tolak?

Saya tahu tidak akan mudah disana (seperti sebelumnya disini), akan tetapi jika saya dihadapkan pada pilihan untuk sama-sama berjuang, tentu saya akan memilih berjuang untuk sesuatu yang bisa menjamin pendidikan dan kesehatan untuk anak dan keluarga saya, dan disana ada jawaban nya.

Persyaratan terakhir sudah saya berikan kecuali hasil x-ray istri saya yang harus menunggu dia selesai melahirkan demi keamanan baby yang dikandungnya. Setelah itu, semoga tiket ini bisa kami dapatkan untuk melangkah ke jenjang baru, dunia baru, tanah baru, harapan baru, dan perjuangan baru.

Jika PR kami dapatkan, itu bukan garis akhir untuk kami, justru itu adalah sebuah permulaan bagi kami untuk semakin berjuang demi kehidupan yang lebih baik lagi, setidak nya menurut kami bisa lebih baik lagi, dan semoga hal tersebut bisa kami dapatkan disana dengan segala kerendahan hati.

Jika PR kami dapatkan, itu bukan karena kepintaran kami, bukan karena perjuangan kami semata, dan bukan karena keberuntungan kami saja. Seperti yang sudah saya ceritakan juga di blog ini, dimana saya sudah hampir menyerah untuk mengejar PR ini, kemudian Tuhan membukakan jalan, jadi dengan segala kerendahan hati saya mengakui jika Tuhan memiliki andil yang paling besar dalam tercapainya impian kami ini.

Selanjutnya, dengan segala kedewasaan, kami akan bersiap diri untuk menyambut apapun yang menanti kami disana.

Semoga kami berhasil mendapatkan nya. Amin.

Advertisements

2 Replies to “Gila?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s