Tags

Iseng,

Pagi ini sambil menikmati kemacetan dan jalan yang panjang (kurang lebih 34 KM) dari rumah ke kantor, saya menghitung pelanggaran lalu-lintas yang terlihat oleh saya.

Saya tidak begitu terkejut saat tahu angka tersebut menyentuh diatas 150, tepat nya 163. Pelanggaran yang saya hitung antara lain : menerobos lampu merah, menerobos palang kereta, melawan arus, menyebrang tidak pada tempat nya, berhenti sembarangan, parkir sembarangan, naik/ turun penumpang tidak di halte, tidak menyalakan lampu sein saat akan berbelok, putar balik di sembarang tempat, melanggar rambu-rambu, dan lain sebagainya.

Saya tidak menghitung dalam hal ini jumlah yang melanggar, tapi hanya apa yang dilanggar, jika menghitung jumlah yang melanggar bisa ribuan kayanya, dan saya males untuk mengingat hahaha… contoh menghitung yang melanggar adalah parkir sembarangan, misalnya ada 40 motor parkir di atas trotoar, itu saya hitung 1 pelanggaran bukan 40 pelanggaran.

Jadi setiap pelanggaran yang terjadi di depan mata, saya hitung per pelanggaran dan kategori yang melanggar, misalnya angkot/ metromini/ kopaja saya kategori kan sama, jadi kalau ada 3 kendaraan yang sedang berhenti nunggu penumpang terdiri dari 2 kopaja, 1 metromini, tetap saya hitung 1.

Sebetulnya keadaan ini tidak mengherankan, keadaan mental dan tingkah laku disini memang sudah memprihatinkan. Mudahnya mendapatkan SIM yang seperti obral jika memiliki dana menjadi salah satu penyebabnya, selain ketidak-tegasan dari penegak hukum di jalan.

Dari 163 pelanggaran itu, setelah saya pisahkan ke 3 kategori besar yaitu mobil, motor, dan kendaraan umum didapatkan juara yang paling banyak melanggar dengan 78 pelanggaran yaitu MOTOR. Tempat kedua diraih oleh KENDARAAN UMUM dengan 64 pelanggaran, dan sisanya juara ketiga yaitu MOBIL campur dengan pejalan kaki yang sedang menguji ilmu kebal tubuh dengan nyebrang sembarangan, dan lebih parah banyak yang nyebrang di bawah jembatan penyebrangan, hadehhh….

Seperti orang bilang, jika ingin melihat seperti apa mental dan adab dari sebuah negara, tengoklah tingkah laku penduduknya saat di jalan. Dan seperti nya itu benar.

Advertisements