Sebuah Doa

Entah mengapa tiba-tiba ingin menulis… tapi jujur saya tidak memiliki ide apa yang akan ditulis.

Mungkin karena kepala saya sedang penuh-penuh nya, sampai saya kehilangan orientasi apa yang ingin saya pikirkan dan prioritaskan.

Jadi saya tulis saja sebuah doa, hemm… doa kok di blog, disaat banyak orang berdoa di facebook, di twitter, di social media yang bertebaran kok saya malah doa di blog.

Mungkin itu yang diberi nama fenomena hidup, perkembangan teknologi mulai memindahkan tempat berdoa yang seharusnya di rumah ibadah jadi pindah ke dunia internet, mungkin juga agar banyak yang tahu tentang doa kita, mungkin juga agar bisa eksis, mungkin juga agar kelihatan alay. Akh… biarkan saja mereka bertingkah hahaha…

Oke, doa dimulai….

.

.

.

.

.

Selesai…

loh, kok doanya cuma ada titik-titik? yup, doa hanya perlu dihati dan pikiran, saya tidak begitu suka mengumbar doa di tempat umum karena saya belum menjadi orang yang benar dimata sebuah agama, masih banyak dosa hehehe…

Tapi jika mengutarakan harapan, itu selalu saya lakukan, kenapa? karena saya suka berbagi, dan sangat suka berbagi cerita-cerita yang “semoga” bisa memotivasi, dengan sharing harapan dan hasilnya dari apa yang saya perjuangkan, setidaknya saya bisa berbagi tentang sebuah perjuangan mengapai harapan dalam hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s