M – 4

4 bulan menuju Desember 2014, entah mengapa saya begitu menantikan bulan Desember tahun ini, mungkin salah satu penyebabnya adalah hasil perjuangan panjang saya yang sudah menguras begitu banyak keringat, pikiran, tenaga, air mata, dan tentunya dana saya akan memberikan hasil. Hasil yang akan membuat saya menutup rasa penasaran saya atau akan memberikan jalan baru bagi saya untuk mengejar salah satu impian saya yang paling liar dan ambisius ini.

Tentunya, harapan saya adalah hasil tersebut bisa memberikan jalan bagi saya untuk mengejar impian saya yang satu ini, yaitu memberikan pendidikan terbaik (dalam pemahaman saya) bagi anak-anak saya agar kelak mereka memiliki kehidupan yang diharapkan bisa lebih baik dan maju dari saya.

Banyak sekali rintangan dan halangan selama perjalanan ini, mulai dari ejekan demi ejekan, meremehkan niat saya, tidak percaya saya begitu nekatnya, menilai saya gila, menganggap mimpi saya terlalu tinggi, sampai memuji keberanian saya, salut dengan apa yang saya lakukan, dan doa yang menyertai saya agar saya bisa berhasil.

Salah satunya adalah masalah buffer yang mampu saya bawa kesana jika tidak melepas satu-satunya harta saya disini yaitu rumah tercinta karena beberapa pertimbangan yang berhubungan dengan masukan dan keinginan Ibunda saya.

Akan tetapi, saya selalu berpegang pada Iman saya terhadap kuasa-Nya, sehingga saya sebetulnya masih terlalu congkak jika masih merasa khawatir setelah berani mengatakan saya percaya pada-Nya. Ya… sisi manusia saya yang kuat ini terlalu sulit untuk saya lawan walaupun melalui iman saya yang pas-pas-an ini. Saya masih khawatir, bimbang, dillema, ya saya masih manusia.

Saya mencoba untuk percaya jika segala sesuatu sudah disiapkan oleh-Nya untuk saya dan keluarga jika sampai berhasil kesana, yang perlu saya lakukan hanyalah berusaha tanpa henti dan…. PERCAYA pada-NYA. Ya… saya harus percaya dalam arti yang seutuhnya.

Sesungguh nya, seluruh proses pengajuan PR ini, lebih luas lagi jika melihat seluruh perjalanan hidup saya, Tuhan sungguh besar kuasa Nya dan sungguh berkarya dalam diri saya.

Melihat dan mengingat jika saya dulu adalah seorang pemuda miskin yang tidak berani untuk bermimpi, bahkan bermimpi makan sehari 3 kali dengan kenyang pun tidak berani saat itu. Mampu memiliki hari ini dan mampu bermimpi sedemikian tinggi dan liar nya untuk berusaha hidup dan berjuang di negeri asing demi kehidupan anak-anak saya.

Apa yang saya lalui dan alami, apa yang terjadi pada diri dan kehidupan saya tidak akan pernah bisa dihitung oleh kalkulator manusia tercanggih sekalipun, saya sendiri pun masih sering mengejap mata mengingat-ingat semua kejadian ini sambil memuja nama-Nya yang Maha Agung.

Perjalanan hidup ini, sungguh bagaikan sebuah dongeng buat saya, tapi sebuah kenyataan, itulah yang membuat saya merasa malu, malu karena masih merasa khawatir akan kuasa-Nya yang sudah berkarya berkali-kali dalam setiap jejak langkah hidup saya sampai hari ini.

Akan tetapi… saya masih manusia (selalu memiliki pembelaan) rapuh.

Mantapkan hati saya Tuhan, saya percaya… seperti yang sudah berlalu selama ini, jika waktu-Mu lah yang paling tepat untuk semua rencana saya, dan Kau tidak akan pernah meninggalkan hamba-Mu yang masih mau berjuang. Amin.

It’s always painful when you pursue your dream because need to leave the comfort zone. But… it’s worthy, at least you dare to try not only dream it. The highest achievement in the life is to get the happiness whatever it form.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s