I m “possible”

Tidak mungkin! kamu tidak mungkin bisa lah… bla… bla… bla…

Kata tersebut selalu keluar dari mulut orang sirik yang merasa dirinya sudah paling mampu, kaya, dan sebagainya. Hal ini nyata, sangat nyata dan sungguh terjadi dalam perjalanan hidup saya, yang diperparah karena salah satu orang tersebut bukan lah kawan maupun besan, tapi saudara (setidaknya dulu masih dianggap saudara) dari (alm) Papa, tepatnya keluarga adik (alm) Papa saya.

Banyak hal yang sangat malas saya ceritakan disini karena kelakuan mereka yang sangat keterlaluan menurut saya jika dilihat dari hubungan “saudara” itu tadi. Tapi ya inilah hidup, kadang saudara pun tidak bisa semengerti dan sedekat seorang kawan, dan itu sangat ironi karena darah tidak akan pernah lebih encer dari air.

Tapi itulah kenyataan, bukan hanya saya, tapi juga satu orang sepupu saya pun mendapatkan perlakukan yang sama. Saya tidak mengerti apa yang ada di otak dia, mungkin karena dia merasa sudah memiliki segalanya sehingga tidak ada lagi yang harus dikerjakan, yang akhirnya berakhir dengan mendeskrit orang lain sesuka udel nya sendiri, dan mengucapkan kata-kata negatif seperti kata impossible tadi.

Saya pada dasarnya sudah don’t care dengan mereka sejak kepergian (alm) Papa saya, hal ini bukan didasari oleh dendam atau apapun, tapi lebih kepada ingin menjaga agar hidup saya terutama keluarga saya agar tidak diracuni oleh kotoran-kotoran dari sampah seperti mereka. Oleh sebab itu apapun yang mereka bilang ke Mama saya tentang sesuatu yang akan saya lakukan adalah sesuatu yang Impossible karena diukur dari banyaknya uang yang saya miliki akan saya ubah menjadi I m possible suatu hari nanti dan tentunya dengan se-ijin Tuhan juga.

Memang, tidak ada gunanya membalas sebuah ejekan, perlakuan sirik maupun sikap merendahkan dari orang lain dengan hal yang sama, tidak ada gunanya karena kita hanya akan membuat diri kita sama rendahnya bahkan lebih rendah dari mereka. Akan lebih menyakitkan jika kita membalasnya dengan menunjukan jika apa yang dia bilang kita tidak mampu sebetulnya mampu kita lakukan bahkan tidak dengan kategori-kategori “mampu” yang sudah dia susun.

Satu hal yang pasti, apa yang saya pegang adalah Iman kepada-Nya. Dan saya yakin jika Dia akan selalu memberikan jalan terbaik bagi saya dan keluarga saya pada waktu yang sesuai menurut-Nya.

Balas dendam itu tidak baik, akan tetapi balas dendam dengan membuktikan jika kita mampu melakukan sesuatu yang dianggap Impossible oleh orang-orang seperti mereka akan sangat memuaskan dan mendidik kita untuk tidak down saat direndahkan orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s