Tags

Sebenarnya saya tidak begitu tertarik untuk menulis tentang politik, apalagi per-politikan di negara ini yang sarat dengan kebohongan publik.

Jujur, saya adalah salah satu dari sekian banyak warga negara yang akhir nya memilih untuk golput saja setelah sekian lama merasa dibohongi oleh pasangan capres-cawapres yang sudah terpilih.

Akan tetapi, untuk pilpres kali ini saya melihat ada yang tidak biasanya, ada yang aneh dari reaksi para warga negara dan anak bangsa (dimanapun mereka berada), banyak dari mereka yang dengan sukarela melakukan apa saja untuk mendukung salah satu capres-cawapres yang mendapatkan begitu banyak dan besar harapan dari setiap insan Indonesia dimana pun mereka berada (termasuk saya tentunya).

Melihat keadaan dan animo yang ada saat ini, membuat saya berfikir, apakah saya akan berpangku tangan melihat orang baik (setidaknya menurut saya saat ini masih baik) dikalahkan oleh keadaan dimana orang-orang baik yang lain berpangku tangan (dan saya tidak merasa saya orang baik).

Setelah merasa mual menelan berita-berita dari sumber yang “miring sebelah” yang selalu disajikan dengan menyerang salah satu pihak, saya kemudian beralih ke sumber-sumber yang netral dan yang “setidaknya” mendukung salah satu pasangan tanpa merusak pasangan yang lain.

Yang membuat saya heran adalah, hampir di setiap negara lain (dimana ada warga negara Indonesia yang bermukim) selalu ada deklarasi dari anak bangsa untuk pasangan no. 2. Yang terakhir saya baca adalah deklarasi dukungan untuk pasangan no. 2 dari Sidney disalah satu blog yang senang saya kunjungi karena tulisan-tulisannya yang lugas dan enak dilahap, blog mas Donny Verdian.

Animo ini, kemudian membuat saya tergerak untuk menentukan pilihan (bukan memilih pasangan yang mana) apakah akan tetap golput atau tidak untuk kali ini.

Setelah merangkum dan menimbang, saya mulai menetapkan beberapa kriteria untuk menentukan sikap saya di 9 juli 2014 nanti.

Capres-cawapres yang akan saya pilih, tidak akan berdasarkan point seperti : latar belakang, agama, ras, dan budaya. Tapi yang akan saya pilih adalah yang memiliki point sebagai berikut :

1. Mampu membuat rakyat bergerak untuk mendukung beliau tanpa pamrih, hal itu sudah cukup membuktikan jika pasangan ini dekat dengan rakyat dan menjadi harapan rakyat.

2. Tidak membangun koalisi yang sama seperti pemilu sebelumnya yaitu bagi-bagi kursi dan kekuasaan, apalagi berkoalisi dengan orang-orang yang bermasalah dengan kasus korupsi, hukum dsb.

3. Memiliki track record yang bagus, apalagi sampai diakui dunia international tidak peduli dia berasal dari mana.

Cukup 3 saja syarat dari saya, jika dilihat dari 3 syarat itu, kira-kira sudah ketebak kan arah pilihan saya untuk tidak golput kali ini?

Salam .. jari 🙂

 

 

Advertisements