Tags

,

One of my friend asked me a question “Why do you not follow other people who take a double or triple for certifications?

Ini adalah pertanyaan yang sulit dijawab, why? karena kembali kepada what is must and what is nice to have.

Sejak 2010, saya berusaha untuk mendapatkan visa PR dari sebuah negara tujuan, yang saya percaya bisa memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak dan keluarga saya. Yang saya percaya, bisa memberikan kesempatan bagi anak saya untuk tumbuh kembang dengan lebih baik.

Proses ini, sangat menyita dan menguras tidak hanya tenaga, tapi juga tabungan saya. Jika di hitung-hitung secara kasar, saya bisa habis di angka USD10.000 sampai proses selesai, itupun tidak menjamin PR bisa saya dapatkan, tapi layak untuk dicoba demi anak dan keluarga saya. Banyak nya biaya yang harus habis ini mungkin karena ketidak kompetenan saya dalam Bahasa Inggris, sehingga saya harus berulang kali mengambil ujian IELTS agar bisa mendapatkan score untuk memenuhi kriteria yang di tentukan agar bisa memenuhi point yang harus saya dapatkan sebagai syarat pengajuan PR.

USD10.000 itu tidak sedikit, itulah alasan kenapa saya tidak mengambil ujian untuk mengejar double CCIE maupun triple dsb. Karena ujian CCIE pun tidak murah loh…

Bagi beberapa orang mungkin saya terlihat berpikiran terlalu jauh, bagi beberapa orang cukup appreciate langkah yang saya ambil. Menjadi double or triple CCIE lebih kepada ambisi pribadi saya, lebih kepada NICE to have menurut saya. Sedangkan mencari lingkungan kehidupan yang lebih baik baik anak dan keluarga saya, yang bisa memberikan udara yang lebih bersih, air yang lebih layak untuk dikonsumsi, pendidikan yang lebih baik metode nya, dan pemerintahan yang lebih tidak korup menurut saya adalah sesuatu yang MUST to have.

Why? Karena untuk mengejar certification kapan pun bisa saya lakukan, sedangkan kesempatan untuk bisa mendapatkan PR tidak selalu bisa saya dapatkan, umur yang bertambah mengurangi point yang harus saya kejar untuk mengajukan aplikasi PR ini, belum anak yang sudah tumbuh besar tentu menjadi tantangan tersendiri belum lagi factor yang lainnya.

So, I have point of view about what is nice to have and what is must to have for now. Itu yang menjadi landasan kenapa saya tidak berusaha menjadi double or triple saat ini.

Bagi saya, hidup itu hanya sekali, dan saya tidak ingin mengisi nya hanya dengan mengejar uang, ambisi, sertifikasi, belajar IT terus menerus, saya ingin mengisi nya dengan hal-hal yang menantang dan bisa saya lakukan untuk membuat kehidupan anak dan keluarga saya agar bisa lebih baik lagi, dan itu bukan hal yang mudah, tidak lebih mudah dari sekadar lulus CCIE. Saya ingin mengisi hidup saya dengan lebih banyak waktu untuk bermain dengan anak, berkumpul dengan keluarga dan jalan-jalan melakukan hobi yang saya suka daripada menghabiskan ber jam-jam waktu dijalan karena kemacetan yang horor seperti di Jakarta, saya tidak ingin tua di jalan.

Setiap manusia memiliki cara berpikir dan tujuan hidup nya masing-masing. Saya tahu ada kemungkinan saya hanya akan menjadi kitchenhand (tukang cuci piring) di tujuan saya, tapi selama itu bisa menjamin anak saya tetap bisa sekolah dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas apapun yang terjadi, tidak perlu sakit kepala saat sakit dan butuh ke dokter or rumah sakit, air dan udara yang lebih bersih, kehidupan yang lebih teratur, jauh dari macet sehingga memiliki kehidupan yang lebih berkualitas, saya akan melepas semua hal yang sekarang saya pegang, dan saya akan mencuci piring.

Satu hal yang pasti dan selalu saya tanam di diri saya dan keluarga adalah, kami kesana bukan untuk mencari uang, tapi untuk mencari kebebasan dari 3 hal utama yang selalu kami pikirkan setiap hari disini, pendidikan, kesehatan, dan pensiun. Dan, untuk mencari kehidupan yang lebih berkualitas dibandingkan disini.

Jika ingin menjadi orang kaya tentu jangan pergi dari Indonesia, disini banyak peluang dan “celah” yang bisa di “hit” untuk buka jalan. Dan bisa menjadi raja di rumah, sedikit-sedikit tinggal Mbaa… Pak sopir dll. Ya, itu lah nikmat nya hidup di Indonesia, tapi buat saya itu tidak mendidik anak saya untuk menjadi mandiri, sesuatu yang dianggap membuat saya dan istri menjadi lebih enak dan membantu belum tentu membuat dan mendidik anak saya bisa lebih mandiri.

Menjadi orang kaya itu adalah pilihan, memiliki kehidupan yang lebih baik itu keharusan.

Semoga saya mendapatkan jalan yang baik juga jika berhasil kesana, bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan back ground saya, sehingga saya masih bisa memiliki peluang yang “lebih” besar untuk mengejar ambisi sertifikasi saya saat semua sudah steady.

We are not seeking wealth, we are seeking freedom

Advertisements