Tags

,

Tinggal 3 minggu lagi hasil assessment saya ke ACS (Australian Computer Society) akan keluar. Deg.. Deg… an juga sih nunggu nya, karena assessment ini butuh waktu sampai 12 minggu baru ada hasil, dan tinggal 3 minggu lagi hasil saya keluar.

Assessment ini menjadi langkah kedua untuk maju ke pengurusan aplikasi PR Australia (Langkah pertama tentu tes IELTS dengan hasil score sesuai ketentuan dan jenis visa yang di ajukan – baca di immi.gov.au). Kebetulan saya maju dengan kategori skill migrant, jadi harus ada assessment ini agar bisa klaim point.

Semoga semua lancar, karena setelah hasil ACS ini keluar masih ada 1 tahap lagi yang harus saya lalui sebelum benar-benar masuk pengajuan aplikasi PR (masih pengajuan loh… belum ketok palu hehehe…).

Jalan yang sangat panjang dan lama, jalan ini sudah mulai saya rintis dari 2010 pertengahan, benar-benar sebuah perjuangan yang sampai sekarang masih belum kelihatan apakah akan berhasil atau tidak saya mengejar impian yang satu itu.

Memang, hidup dan tinggal dimana saja ada plus dan minus nya, seperti yang sudah saya sharing kan di blog sebelumnya semua kembali kepada apa yang kita kejar. Banyak orang yang sharing mengenai di Australia lebih mudah melakukan free-sex, mendapatkan drugs dan senjata daripada disini, saya rasa itu salah (menurut saya loh ya…), disini ketiga hal itu sudah sering masuk koran, dari yang online sampai yang cetak, so menurut saya ketiga hal itu tetap akan menjadi tantangan dimana pun kita memilih untuk tinggal, dan tidak akan menjadi salah satu ganjalan buat saya.

Lalu, ada yang bilang di Australia ada triad, geng, atau mafia. Yes, saya akui itu, tapi emang nya disini ga ada? Justru beberapa hari lalu saya baca berita ada anak SMA yang menyiramkan air keras secara membabi buta di kendaraan umum karena ingin balas dendam ke musuh dia dari SMA lain. Duhh… itu bener-bener tolol bin idiot. Belum lagi mafia hukum, mafia parkiran, mafia lapak, halah…. makin banyak dah borok nya.

Sekali lagi, untuk saya semua kembali ke tujuan kita dan apa yang kita kejar. Disini pun ada nilai plus nya walaupun tidak sebanyak minus nya di mata saya.

So, saya sekarang hanya bisa berdoa dan berharap, semoga perjalanan panjang ini bisa menghasilkan langkah pertama untuk mewujudkan impian saya untuk keluarga (istri sudah mufakat ya) dan tentunya anak (pendidikan, kesehatan, dan keamanan). Langkah pertama ini (yang saya perjuangkan sudah 3 tahun sampai saat ini) akan menjadi pintu pertama bagi langkah-langkah berikutnya yang menunggu untuk diperjuangkan.

Advertisements