Lebih enak mana?

Ada teman yang berkata “Enak ya jadi orang kaya…”

Ada teman lain yang berkata “Lebih enak jadi anak orang kaya bro, ga usah mikir, ga usah pusing, tinggal pakai tuh duit sampai puas”

Ada teman lain lagi yang berkata “Lebih enak jadi orang pas-pas an, pas mau makan… ada, pas mau jalan”… ada, pas mau ke luar negeri… ada”

Lalu enakan mana ya?

Pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu di perdebatkan, hal ini tidak akan pernah ada jawaban nya karena ekpetasi setiap orang berbeda dan keinginan setiap orang pun berbeda.

Kalau buat gue ?

Hem… buat gue, dengan latar belakang perjalanan hidup yang enak lalu keras dan terjal, paling enak itu mencapai impian, karena buat gue, hidup tanpa impian itu seperti makanan tanpa garam, hambar. Akan tetapi impian kalau hanya impian pun, tidak beda dengan garam yang tetap ada di laut. Garam bisa membuat makanan tidak menjadi hambar saat sudah siap disajikan setelah di olah dengan proses yang tidak mudah. Impian pun sama, harus dikejar.

Saat kita sudah berhasil meraih impian kita, yang diperjuangkan dengan keras dan penuh peluh, rasa nya itu… tidak dapat dilukiskan dengan kata”.

Setelah itu, sebesar apa enak nya kembali kepada setinggi apa impiannya dibandingkan dengan seberat apa proses nya, dan sebanyak apa menggunakan daya upaya. Sebuah ukuran yang sangatttt majemuk dan sulit diukur, hanya yang melakukan lah yang bisa merasakan nya dan menilai nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s