Niatan

Beberapa hari ini sempat terpikir untuk mengulang ujian CCIE Voice yang sempat tertunda cukup lama. Sudah hampir 12 bulan sejak persiapan dan ujian terakhir yang berujung pada kegagalan ketiga.

Semangat dan niat selalu ada dalam diri saya, sampai saat ini pun masih menyimpan rasa penasaran yang sangat mengganggu mengapa track Voice sedemikian sulitnya.

Memang… semakin bertambahnya umur, apalagi sudah berkeluarga, ditambah lagi sekarang punya si kecil sedikit banyak mempengaruhi keputusan yang akan saya ambil. Beda hal nya jika keuangan yang saya miliki berada di titik yang berada.

Saat ini entah mengapa keinginan untuk mencari tempat yang bisa untuk membesarkan anak-anak dengan baik semakin mengebu-gebu, bahkan sampai mengalahkan rasa penasaran yang sering mengganggu itu.

Mungkin karena saya melihat kota ini bukan tempat yang cukup baik untuk membesarkan anak saya, polusi, ketidak teraturan, kemacetan, tingkat korupsi yang menjadi-jadi, pelayanan publik, bahkan sampai apa yang ada di tayangan televisi pun membuat saya berfikir “apalagi yang bisa membuat saya ingin bertahan di tempat seperti ini?”

Mungkin semua itu hanya alasan bagi beberapa orang, tapi tidak buat saya. Saya bukan tidak bersyukur sudah diberikan kehidupan yang layak dan berkecukupan. Saya bersyukur untuk kehidupan ini, Dia sungguh baik telah memberikan kehidupan yang sedemikian rupa kepada saya dan keluarga saya mengingat latar belakang yang saya miliki sebelumnya.

Akan tetapi, seperti yang sebelumnya pernah saya ungkapkan, uang dan harta sudah bukan prioritas utama saya lagi saat ini, begitu pun pendukung-pendukung nya walaupun materi tetap dibutuhkan untuk bisa melanjutkan hidup dengan baik, saya sudah merasa cukup dan bersyukur untuk saat ini. Yang menjadi prioritas saya saat ini adalah bagaimana menggunakan segala hal yang saya miliki baik itu sertifikasi, skill, pengalaman kerja dsb, agar bisa membantu mewujudkan apa yang saya citakan, yaitu membangun keluarga dan membesarkan anak-anak di tempat yang lebih baik in terms of security, pollution, and environment.

Kita memang harus bersyukur dan merasa cukup untuk bisa bahagia, akan tetapi… kita pun tetap harus terus berjuang dan mencari cara agar bisa menjadi lebih baik lagi di sisi yang lain. Mungkin disitulah mengapa saya memiliki sebuah niatan.

Sebuah niatan yang sebetulnya cukup aneh untuk beberapa orang 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s