How great is your Gratitude?

Malam minggu yang ceria, walaupun mobil sempat di ketok pengamen yang maksa minta dikasih uang setelah dia nyanyi2 ga jelas di lampu merah. Tapi ya sudahlah, di Jakarta memang harus siap baret2 mobil nya kalau dipakai di jalanan yang macet.

Jauh diluar pengalaman mobil di ketok dan sebagainya, saya melihat jika bayi imut yang dulu sekarang ternyata sudah gede (besar). Terucap kata syukur kepada Tuhan atas semua karunia dan berkat yang sudah di turunkan kepada keluarga kecil ini. Ada rasa bangga, mengapa? karena anak kami benar-benar kami jaga sendiri, tidak ada campur tangan atau kata halus nya “bantuan” dari mama atau mertua, apalagi memiliki suster atau babysitter untuk membantu. Sungguh salut dengan perjuangan sang Istri yang saya berani bertaruh sudah sangat sedikit bisa ditemukan untuk jaman sekarang ini, dimana menjaga anak sendiri, memasak makanan untuk anak sendiri (bukan pakai makanan/ bubur instan), dan menyusui anak dengan ASI sampai sekarang di umur 10 bulan pun masih terus dilakukan (Tanpa menggunakan pompa/ botol).

Banyak yang beralasan istri bisa begitu karena tidak bekerja, karena pendapatan saya cukup, dsb.

Di luar semua itu, semua kembali kepada tekad dan keinginan, jika sudah malas dan tidak ingin melakukan, apapun alasannya akan menjadi sebuah pembelaan yang di anggap pantas.

Dalam hati, saya berkata sendiri, saat sudah besar nanti, saya akan bertanya kepada anak saya How great is your Gratitude?

Dari semua proses yang saya dan istri lalui saat menjaga anak dari lahir sampai sekarang, juga memberikan sebuah perasaan akan tulus nya perjuangan mama kami dahulu saat kami kecil. Karena melalui semua ini, dan mengerti jika hal ini bukan hal yang mudah (karena bukti nya banyak yang tidak sanggup menjalani nya dengan berbagai alasan yang dibenarkan) kami semakin menghormati pengorbanan seorang Ibu itu adalah sangat luar biasa.

Itulah mengapa, saya selalu berkata pada diri sendiri “Jangan salahkan seorang anak saat menitipkan kita kepada panti Jompo atau Suster saat kita sudah tua, jika saat dia kecil kita pun tidak mau merawat nya langsung dengan tangan sendiri (tanpa bantuan suster/ babysitter dll)”

Percayalah kalimat “Siapa yang menanam maka dia pun akan menuai” ini hal yang nyata, seorang anak yang tidak peduli dengan orang tua nya untuk jaman/ saat sekarang ini bisa dikatakan tidak durhaka jika dari kecil orang tua nya sudah mengajarkan jika tanggung jawab seorang orang tua (sebagian) bisa digantikan oleh suster dll apapun alasannya. Seorang anak belajar dari apa yang kita lakukan.

So, how great is your Gratitude? Don’t repeat same mistake, because when you repeat the same mistake for second times, it’s not about repeat but it’s about your choice.

Advertisements

2 Replies to “How great is your Gratitude?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s