Lanjutkan atau Tidak?

Kemaren bertemu dengan kawan yang sudah migrasi ke NZ dan tinggal disana, diawali dengan ngomel2 karena kena macet 5 jam dari bandara soe-ta ke pulomas (rumah ortu dia) hahaha…

Dia bercerita panjang lebar mengenai plus minus tinggal di NZ (sebenernya buat saya pribadi lebih banyak plus nya jika dibandingkan dengan tempat sekarang). Dari adanya pengelolaan pajak yang bagus, return dari tax yang kita bayar berupa infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dll. Juga budaya kerja disana yang sangat family oriented, too understanding, children hood priority, on leave 21 hari setahun dll.

Jadi kepacu lagi untuk melanjutkan cita2 yang sempat tertunda (sebenernya mulai terlupakan) karena sulit nya memproses kebutuhan untuk PR OZ saat itu terutama untuk kebutuhan level bahasa.

Saya pribadi tidak mengejar hidup yang berlimpah harta, banyak uang, atau jadi milyarder.

Saya mengejar hidup yang bernilai, berkualitas, dan berharga. Kategori yang saya pasang bukan materi, tapi waktu yang cukup untuk bisa berbagi antara berkarya dengan berkeluarga, walaupun tentunya materi mengikuti kemudian, but it’s not my first priority.

Mendengar kalimat “gua berangkat kerja dan pulang cuma butuh 15 menit one trip jo, gua masih sempet berkebun, menikmati alam, mancing, jalan2, dan saving yang cukup untuk tabungan gua” saja sudah membuat saya bisa membayangkan betapa berkualitas nya hidup disana dibandingkan saya yang butuh 2 – 3 jam one trip untuk kerja dan pulang (jika tidak hujan).

Hem… Jujur banyak yang harus dibereskan terlebih dahulu disini untuk bisa kesana, dan tentunya banyak persiapan tabungan yang harus dipikirkan. Masalahnya, apakah saat nanti semua sudah saya siapkan dan saya sudah siap untuk melangkah, keadaan disana, peraturan imigrasi dll masih akan mempermudah atau bahkan mempersulit?

Yang bisa saya lakukan sekarang mungkin mulai membereskan masalah disini seperti membereskan cicilan rumah dll. Lalu mulai menabung jika ada uang lebih, dan tentunya melihat sikon akan datang.

Bisa atau tidak bisa, saya percaya semua ada alasannya, dan Dia tidak akan memberikan jalan yang salah buat keluarga saya.

Advertisements

2 Replies to “Lanjutkan atau Tidak?”

  1. Hah on leave nya 21hr? Mantap.. Emg ngiler yah tinggal d luar, gw pp d jln jg 6jam an. Gilaniiii bqt yakk..

    Sukses deh kho, smoga ªƆ̈å keinginan lu bs terwujud yah 🙂

    Like

    1. Iya ye, 21 hari per tahun, dan untuk maternity bisa sampai 12 bulan (3 bulan paid leave + 9 unpaid leave).
      Untuk kualitas hidup dan waktu untuk keluarga disana lebih baik jauh dibandingkan jakarta menurut saya. Kecuali jika kita ingin mencari uang, tidak tepat meninggalkan negeri ini karena semua bisa dibuat ada selama ada uang disini 🙂
      Jika tujuan kita mencari lifestyle baru tepat kesana 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s