Tags

Tidak gue pungkiri, kegagalan 3 kali di ujian CCIE Vocie sedikit banyak membuat finacial plan gue berantakan, apalagi hal itu berlangsung bersamaan dengan kelahiran anak gue yang pertama (yang butuh penanganan khusus – means more money).

Akan tetapi itulah hidup, kadang kita berada di jalan yang mulus, kadang kita berjuang di jalan yang terjal, kadang kita bersyukur dan kadang kita selalu menyesal, itulah yang disebut pilihan. Hidup selalu menuntut kita membuat pilihan, baik pilihan kecil maupun besar.

Menjadi CCIE memang salah satu impian gue (dan kebanyakan orang pada umumnya), menjadi double CCIE bisa menjadi impian tapi bukan keharusan.

Kemampuan seorang CCIE tidak hanya sampai pada how to configure atau how to troubleshooting, kemampuan seorang CCIE (jika mengutip dari ucapan seorang Dirut salah satu gold partner CISCO yang pernah ngobrol-ngobrol) harus bisa lebih dari just how to configure and troubleshooting. CCIE harus bisa create revenue, memberikan high level design, solusi, dan membuat sesuatu yang sudah jalan menjadi semakin baik.

Menjadi seorang CCIE berarti harus belajar mengkombinasikan dunia engineer dengan dunia sales.

Beberapa hari ini gue mulai menyusun ulang semua rencana gue yang agak kacau karena beberapa perubahan yang gue lakukan sendiri. Gue mulai menatap kembali kemungkinan-kemungkinan gue bisa berada di tempat yang lebih baik untuk membesarkan anak-anak gue dan membangun keluarga gue. Selain itu gue tetap mencoba untuk menabung agar bisa mengambil ujian CCIE Voice Lab lagi, dan berharap suatu hari gue mampu memiliki dana dan bisa melanjutkan pendidikan gue ke jenjang Master di universitas asing.

Semoga salah satu cita-cita gue bisa gue raih di kemudian hari.

R,

SWD

Advertisements