Tags

Beberapa saat lalu tiba-tiba terlintas di benak gue sebuah kata syukur. Semua berawal dari saat gue sedang becanda dengan anak gue yang masih umur 2,5 bulan, ya.. masih umur segitu sudah bisa dicandain hahaha… lucu…

Gue tiba-tiba teringat CCIE Voice gue yang masih tertunda, ya… tertunda karena belum lulus. Gue masih harus menabung dan masih butuh waktu yang cukup lama sampai gue bisa retake yang ke 4 kali. Tentunya, dengan sekarang sudah punya si kecil, tanggung jawab gue bertambah dan gue harus lebih bijak dalam menimbang segala sesuatu yang membutuhkan dana banyak.

Entah mengapa menjadi double CCIE sudah tidak begitu menarik lagi buat gue. Gue tidak ingin selama nya di teknikal, karena gue ingin memiliki waktu lebih banyak dengan keluarga (menurut apa yang gue lihat, di teknikal akan banyak travelling). Gue tidak tertarik juga untuk membandingkan diri gue dengan orang-orang yang benar-benar “mengabdikan” dirinya di CCIE, karena buat gue, apa yang bisa diterima di keluarga mereka belum tentu bisa di terapkan di keluarga gue, begitu juga sebaliknya.

Yang gue inginkan sekarang ini sebenarnya sederhana saja, gue ingin punya waktu lebih banyak di rumah, menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, dan bersyukur untuk segala pencapaian yang sudah gue raih. Terakhir gue ingin mengejar cita-cita gue yang dari dulu tidak terlaksana, yaitu ingin migrasi ke negara yang lebih tenang, teratur, dan maju.

Banyak orang membandingkan semua pencapaian gue dengan mereka yang rata-rata seumur dengan gue, mereka membandingkan pencapaian bukan proses. Itulah sifat dasar manusia, silau akan hasil dan lupa dengan proses.

Apakah mereka tahu dan ingin menjalani proses seperti yang gue lalui? Gue tidak yakin mereka mau hahaha… karena proses nya sangat keras, tidak menyenangkan dan melelahkan.

Tuhan menciptakan manusia itu Unik, itu lah kenapa kita jangan membandingkan pencapaian kita dengan orang lain begitu juga sebaliknya. Tidak akan ada 2 orang yang sama dalam pencapaian nya di dunia ini, sekali lagi karena manusia itu unik.

Daripada sibuk membandingkan pencapaian kita dengan orang lain, lebih baik kita pelajari proses dan pengalaman nya agar bisa membantu dan mengajari kita menyempurnakan perjuangan yang sedang kita lakukan dalam membentuk diri dan cita-cita kita.

 

R,

SWD

Advertisements