Tags

Sebuah sharing yang sangat berarti dari paman gue,  jalan tengah (keseimbangan).

Dalam menatap hidup yang semakin berat dan rumit, yang semakin menuntut kerja keras tiada henti, yang semakin menuntut biaya yang selalu membengkak dan bertambah terus, yang selalu membuat kita semua stress.

Lalu apa yang harus kita lakukan ?

Apakah kita akan ikut kedalam kegilaan ini ?

Apakah kita pasrah ikut terseret kedalam pusaran tanpa henti ini ?

Apakah kita akan pasrah masuk kedalam lingkaran setan tanpa tepi ini ?

Jika tidak, lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menahan diri agar tidak menjadi bagian dari kegilaan ini ? Sebuah rasa syukur, sebuah kata cukup, dan sebuah keseimbangan.

Banyak orang mengorbankan waktu-waktu yang sangat berharga dengan keluarga demi mencari materi, lebih banyak lagi orang yang mengorbankan saat-saat berharga mengikuti proses tumbuh kembang seorang anak demi memenuhi kenyamanan-kenyamanan materi.

Itu bukan gue. Apa yang gue terima hari ini gue akan bersyukur, bukan berarti gue pesimis atau pasrah, bukan… Gue tetap punya impian yang tinggi, tetap punya target-target yang ingin gue kejar.

Tapi bukan berarti gue dan istri gue harus terjun semua ke dunia kerja untuk mengejar semua impian kami. Itu yang gue sebut menyusun prioritas. Apalagi prioritas tertinggi duniawi jika bukan Keluarga ?

Materi selimpah apapun, sebanyak apapun, selengkap apapun, tidak akan pernah cukup jika kita tidak pernah bersyukur atau berani mengatakan cukup.

Tetapi apakah materi bisa menolong kita mengembalikan waktu-waktu berharga kita bersama anak-anak kita, bersama keluarga kita ? Tidak !

Itulah kenapa gue menyusun prioritas bersama istri gue untuk keluarga gue. Kami menyusun dan membagi tugas untuk si kecil agar dia bisa tumbuh (semoga) menjadi orang yang kami harapkan di kemudian hari.

Gue yang keluar mencari nafkah (sesuai tugas gue sebagai seorang ayah) dan berusaha membagi waktu agar si kecil merasakan kehadiran gue dalam tumbuh berkembang nya, dan istri gue yang bertugas menanamkan moral, mengajarkan etika, dan menemani si kecil saat dia tumbuh dan berkembang.

Kenapa ? karena ada hal-hal yang hanya bisa diajarkan per-momentum.

Materi ? itu nomor 2,

Memang… setiap orang tua menginginkan pendidikan yang baik untuk anak-anak nya, dan pendidikan yang baik itu sama artinya dengan biaya tinggi (mahal).

Akan tetapi, apakah pendidikan yang baik bisa dicapai jika moral, etika, dan attitude dari si anak kurang dari yang seharusnya? gue rasa tidak. Itulah kenapa ketiga hal tersebut sangat penting untuk ditanamkan dan dibina dari kecil, dan sebisa mungkin kita sebagai orang tua yang bertanggung jawab penuh akan hal itu.

Lalu bagaimana dengan biaya pendidikan si kecil ? Disitulah kita membutuhkan kata syukur. Hanya orang yang bisa bersyukur yang akan terus dilimpahkan rejeki, gue rasa hal ini sudah menjadi rahasia umum dan diajarkan disemua agama. Lalu, untuk apa lagi kita mati-matian mengejar materi yang tidak akan pernah sampai ke kata “cukup” ?

Gue selalu percaya jika setiap anak dan manusia sudah memiliki porsi nya masing-masing, kita bisa berusaha memperbaiki takdir akan tetapi kita tidak akan pernah bisa mengubah takdir. Itulah kenapa kita harus tetap berjuang dan optimis, akan tetapi kita juga harus sadar jika kita hanya Manusia, bukan TUHAN.

Keseimbangan, ya… itulah yang terbaik, tidak terlalu ke kanan, tidak juga terlalu ke kiri.

Memang, gue akui hal itu sulit, tapi bukan berarti mustahil kan. Yang kita butuhkan hanya, beryukur dan mencoba…

Tapi itu menurut gue, bagaimana dengan Anda ? itu terserah Anda. 🙂

Advertisements