The Second Challenge

Minggu lalu gue mendapat kepercayaan lagi untuk maju ke track CCIE Voice. Dimana track ini menjadi yang tersulit dalam sejarah CCIE, hanya sedikit yang mengambil track ini, dan jarang sekali yang bisa lulus dalam 2 kali ujian, dan bahkan mungkin tidak ada yang sekali ujian. Iseng-iseng gue search dan ternyata di link berikut ada keterangannya,

http://en.wikipedia.org/wiki/Cisco_Career_Certifications

——————————————————————————————————————————————

CCIE Voice

The Voice track concentrates on voice solutions for the enterprise and includes subjects such as Quality of Service, MGCP, Call Manager (Cisco’s VoIP PBX), Cisco Unity Connection (Cisco’s Voice Messaging platform), Unity Express, Unified Contact Center Express and Cisco Unified Presence Server. Also Switching (Cisco’s HWIC-4ESW and the 3750-24PS).

There are only 802 CCIE Voice certified people in the world as of September 9, 2008.

Most candidates pass the CCIE Voice certification after three or four lab attempts, but there have been cases in which candidates pass after more than six attempts. The low passing rate is attributed to the difficulty of the exam questions as well as the lack of time to complete everything in the allocated eight hours. As such, the lab exam is as much a test of time management and planning as it is a test of technical expertise.

What sets the CCIE Voice lab exam apart from typical CCIE lab exams is the widely dissimilar platforms that are used. Configurations will have to be done on the Windows 2003 Server environment, on a CallManager web-based GUI and on the IOS command line. As such, it is not an exam that involves a uniform method of configuration, and it involves a lot of back-and-forth fine tuning between the numerous platforms.

——————————————————————————————————————————————

Gue copas sebagian artikel mengenai CCIE Voice.

Untuk ujian yang kali ini gue benar-benar dihadapkan dengan kesulitan-kesulitan yang luar biasa. Dimulai dari stastistik dimana hanya sedikit yang mampu lulus dengan cepat, lalu kebutuhan di tahun depan yang mengharuskan gue lulus, pekerjaan-pekerjaan yang tidak ada berhentinya, dan terakhir waktu yang sangat-sangat mepet dimana gue cuma dikasih waktu 2 bulan untuk persiapan.

Akan tetapi, apapun itu kesulitan yang ada dihadapan gue, semua sudah diputuskan dan gue harus maju dengan keadaan apapun karena ini adalah tantangan kedua gue dalam ujian CCIE. Didukung oleh istri tercinta yang sedang hamil, doa novena yang tanpa henti (karena gue katolik), dan tentu nya menjaga kesehatan agar tidak drop saat persiapan dan ujian nanti.

Beberapa keuntungan gue adalah gue mendapatkan bootcamp, kemampuan Voice gue lumayan mendukung walaupun di merek lain, gue sudah pernah ujian serupa sehingga lebih percaya diri, dan tentunya impian gue yang baru yang sudah gue rencanakan untuk keluarga. Walaupun semua itu tidak menjamin 100% gue akan lulus, setidaknya gue sudah punya modal buat maju perang.

Gue hanya berharap apa yang gue lakukan saat ini bisa berhasil lagi seperti saat gue ujian CCIE yang pertama. Semua strategi belajar mulai gue siapkan, semua bahan-bahan mulai gue kumpulkan (alamak banyak nya), dan tentunya semua step sampai ujian sudah mulai disusun.

Sekarang saat nya buat gue untuk fast and furious karena waktu ujian gua di desember 2010 atau awal januari 2011.

Regards

SWD

Advertisements