Negara Entah Berantah

Sungguh menggelikan jika hidup di negara entah berantah. Setiap membaca berita baik yang ada di koran dan internet, maupun mendengarkan di televisi, selalu ada berita yang menggelikan. Ya, menggelikan… walaupun sebetulnya memilukan, akan tetapi gue lebih suka menggunakan kata menggelikan.

Bagaimana tidak, ada yang curhat lalu jadi bersalah, ada yang benar lalu dipenjara, ada yang jujur malah jadi korban, ada juga yang bernyanyi riang dengan resiko di “sniper”, dan ada yang mau sekolah jujur malah dituduh sebagai “penjahat”.

Belum lagi keadaan yang lebih menggelikan lagi, solusi macet menjadi biang macet, cara mengemudi yang melupakan akal sehat, pihak berwenang semakin menjadi tenang, dan tentu saja ada pihak-pihak yang tetap tidak ada malu-malu nya berteriak akan memperbaiki hahaha…

Ini negara sudah entah berantah, sudah seperti benang kusut yang ditarik diujung nya oleh banyak arah sehingga membuat yang kusut menjadi semakin kusut. Masing-masing berteriak demokrasi, hasilnya? demokrasi ternyata bisa dimanipulasi, hasil bisa dibuat suka-suka hati, dan figure yang bisa membuat arah perahu sesuai kompas semakin tenggelam dan tiada.

Apa yang harus dicari dan dinanti lagi? apakah harus tunggu hancur? ahh… untuk apa memusingkan hal itu, begitu ada kesempatan untuk mengubah keadaan, tentu akan dilakukan. Jika tidak bisa mengubah keadaan disini, ya mengubah diri gue untuk keadaan yang lain di tempat lain.

Kesempatan masih ada, peluang masih terbuka, yang gue butuhkan sekarang adalah rencana yang baik, yang bijak, yang mapan. Semoga Dia masih memberi gue jalan disaatnya nanti.

 

Regards

SWD

Advertisements