Rencana Kesekian

Akhirnya gue mengakui, IELTS 7 itu susah, 8 itu hampir mustahil. Gue mulai memikirkan cara lain sekarang, antara menjadikan istri gue sebagai main applicant karena IELTS dia lebih bagus dari gue atau banting setir untuk mencoba CANADA.

Yang terakhir ini terlalu jauh sebenarnya, akan tetapi demi cita-cita yang ingin gue raih, demi pendidikan anak-anak gue, demi kesehatan yang terjangkau dan baik, demi masa depan, demi hari tua, gue tidak boleh gentar.

Jika tetap tidak bisa juga…, ya…, itu berarti gue mulai membidik tetangga yang paling dekat, SINGAPURA, walaupun itu bukan pilihan yang terbaik juga. Dan saat semua tertutup, tentu gue akan mengambil jalan terakhir dan tersisa, my helpless country, my poor country, hemmm… no choice at all, I tried and did the best but I am unlucky to get the prize.

Semua rencana yang sudah gue susun hanya bisa didoakan sekarang, agar tetap menjadi rencana jangan sampai menjadi rencana kesekian, karena rencana kesekian bagi gue sama saja dengan masuk kotak.

Rgds

SWD

Advertisements