Tags

,

Ya, beberapa hari ini gue akhir nya menyadari jika apa yang gue rencanakan harus menunggu lagi.

Gue harus menunggu karena adanya perubahan di peraturan imigrasi Australia tentang PR. Perubahan itu membuat gue menjadi sulit untuk assessment, hal ini lebih dikarenakan tidak relevan nya ijazah gue dengan bidang yang gue kerjakan 5 tahun ini.

Gue tadinya mau secepatnya assessment ke Engineering Australia saja karena kalau ke ACS (Australia Computer Society) gue belum memenuhi syarat (dimana harus punya pengalaman kerja 6 tahun). Akan tetapi jika dalam 3 bulan hasil assessment gue ga keluar maka gue tetep ga bisa mengajukan aplikasi PR, dan artinya gue harus ikut peraturan baru setelah 1 July 2011.

Gue sudah pasrah sekarang, jika memang di ijinkan Tuhan gue bisa migrasi kesana maka hal itu akan terjadi. Akan tetapi jika tidak, maka hal itu tidak akan pernah terjadi. Kenapa gue pasrah? ya, karena setelah 1 July 2011, ada kemungkinan dimana beberapa point tidak bisa gue dapatkan. Jadi sekarang gue cuma bisa berdoa saja agar universitas tempat gue kuliah menjadi salah satu list di recognized overseas university di Australia Government.

Yang bisa gue kejar sekarang ini adalah IELTS, apalagi Australia Gov menuntut IELTS minimal 7 untuk bisa apply PR. IELTS 7 itu sangat sulit, benar-benar sangat sulit. Nilai tertinggi 9, dan kita dituntut dapat 8 dengan minimal 7. Jujur… gue disuruh ujian Bahasa Indonesia yang sehari-hari gue pakai saja belum tentu bisa dapat 9 dari 10, apalagi ujian bahasa orang lain?

Tapi terlepas dari semua itu, sekali lagi gue cuma bisa pasrah dan berusaha yang terbaik. Sisanya? gue serahkan kepada yang Maha kuasa.

Regards
SWD

Advertisements