Menyusun ulang langkah yang ada

Beberapa minggu ini gue banyak berpikir, menimbang, berbicara dengan banyak orang minta masukan, tentunya orang-orang yang gue minta masukan adalah orang-orang yang gue anggap bisa memberikan masukan yang bijaksana kepada gue, termasuk orang tua gue.

Dari semua pembicaraan itu gue mengambil beberapa kesimpulan. Kesimpulan yang gue ambil sudah gue timbang dan timbang lagi sejauh yang bisa gue pikirkan, dan gue di ingatkan baik oleh Tuhan maupun melalui orang-orang yang gue sayang.

Kesimpulan gue adalah,

  1. Gue sudah tidak bisa lagi seperti dulu saat gue masih single, gue sekarang seorang kepala keluarga dan gue harus memasukan keluarga gue kedalam setiap tindakan yang akan gue ambil.
  2. Segala resiko yang akan gue hadapi akan dihadapi oleh keluarga gue juga secara langsung maupun tidak langsung, sehingga gue juga tidak bisa seperti saat gue single lagi, apa yang gue inginkan langsung gue jalankan, apa yang gue pikirkan langsung gue praktekan.
  3. Gue mulai di berikan sebuah tanggung jawab yang mulia oleh Tuhan dengan diberikan calon keturunan, istri gue sedang hamil, dan ini adalah hamil anak pertama, dan gue memiliki kewajiban yang HARUS dilakukan oleh seorang suami dan calon bapak untuk bisa membimbing keluarga gue kearah yang benar.
  4. Sebuah kehidupan yang lebih baik tidak tergantung pada dimana kita harus hidup, tetapi lebih kepada bagaimana kita hidup. Jadi dari hal ini gue koreksi pemikiran gue yang mengatakan jika hidup di Negara maju “pasti” lebih berbobot dari pada hidup di Negara berkembang.
  5. Gue masih memiliki seorang ibu yang harus gue jaga, apalagi gue hanya satu-satunya anak laki-laki yang beliau miliki. Dan hal ini menjadi salah satu tanggung jawab gue yang harus gue jalani.
  6. Gue masih memiliki seorang adik perempuan yang menjadi tanggung jawab gue juga karena bapak gue sudah almarhum, dan gue sebagai kakak harus bisa menuaikan tanggung jawab ini sampai dia menikah suatu hari nanti.
  7. Gue tidak berkekurangan untuk sekarang ini, dan gue harus bisa bersyukur dengan apa yang gue miliki sekarang ini dan berusaha untuk menjaga dan mengembangkan nya di kemudian hari.
  8. Gue tetap bisa mewujudkan cita-cita gue untuk bisa maju dan memiliki pengalaman yang bagus di Negara sendiri jika gue mau mengejarnya dengan jiwa besar.
  9. Gue bisa tetap memiliki kesempatan untuk mewujudkan cita-cita gue suatu hari nanti, tetapi tidak untuk sekarang karena beberapa hal yang menjadi tanggung jawab gue dan tidak bisa gue tinggalkan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain yang sudah memberikan kepercayaan kepada gue.
  10. Dengan status Temporary Suspend yang tiba-tiba dikeluarkan oleh pemerintah Australia gue anggap sebagai salah satu pertanda untuk gue jika sekarang gue belum saat nya untuk merantau.

Dari semua itu, gue memutuskan untuk menyusun ulang langkah gue yang telah gue jalani,

  1. Gue akan mulai konsentrasi mempersiapkan kelahiran anak pertama gue.
  2. Gue tidak akan mencoba untuk merantau untuk waktu yang belum gue tentukan.
  3. Gue tetep menjalani apa yang sudah terlanjur gue jalani dengan beberapa syarat.

Gue tahu jika hal ini membuat gue seakan-akan tidak komit dan terkesan plin-plan, apapun itu gue tetap akan berpegang pada kesimpulan gue, gue memang bukan orang yang gampang mengubah rencana gue, apa yang sudah gue komit akan gue jalankan seberat apapun, akan tetapi seperti yang sudah gue bilang, untuk hal yang satu ini gue tidak bisa komit untuk diri sendiri karena sekarang gue seorang kepala keluarga, jika gue ingin komit gue harus komit hal ini bersama keluarga gue.

Gue percaya banyak jalan menuju roma, mungkin sekarang bukan saat yang tepat untuk mewujudkan impian gue, dan gue masih memiliki banyak waktu untuk bisa mewujudkan impian gue. Dan jika suatu hari nanti gue mengetahui jika impian gue yang satu ini tidak bisa terwujud setidaknya gue sudah berusaha mewujudkan nya dan gue terbentur dengan posisi, kondisi, dan situasi yang memang tidak bisa gue tawar untuk saat ini.

Apapun yang sudah gue lakukan dan akan gue lakukan, gue percaya dengan satu hal, gue tidak pernah sia-sia dalam menjalani setiap langkah gue, karena setiap langkah gue selalu membawa gue ke tahap yang lebih baik, dewasa, dan bijak. Gue tidak pernah menyesal untuk setiap langkah gue yang terhenti maupun gagal, karena gue mendapatkan yang lain selain impian gue. Setidaknya gue mendapatkan sebuah pelajaran hidup yang suatu hari nanti bisa gue turunkan kepada anak gue.

Regards

SWD

Advertisements