Menatap masa depan, Merencanakan sebuah impian

Seperti yang sudah pernah gue tulis di posting sebelumnya jika gue punya rencana untuk mengambil gelar master dalam jalur pendidikan dan gelar tersebut ingin gue ambil di luar negeri jika memungkinkan.

Ya, gue punya sebuah impian untuk hal itu, dan gue tahu jika hal tersebut tidak mudah, gue selalu berusaha (sampai detik ini) sekuat mungkin agar semua yang sudah gue impikan bisa gue raih.

Dalam menjalani hidup, apalagi setelah gue menikah, gue baru menemukan arti lain dalam hidup ini. Gue jadi tahu jika dalam hidup kita tidak bisa selalu mengacu pada impian dan target kita saja, setelah menikah gue memiliki tanggung jawab baru sebagai seorang kepala keluarga, sehingga keputusan apapun yang gue ambil semestinya gue diskusikan terlebih dahulu dengan keluarga gue.

Satu sisi gue ingin mengambil jalur voice untuk CCIE setelah gue sudah mendapatkan jalur R&S, akan tetapi perkembangan ekonomi dunia dan beberapa kejadian yang salah satu nya menimpa NORTEL membuat gue berpikir untuk mengkombinasikan sertifikat keahlian gue dengan sertifikat formal.

Gue sendiri sudah memiliki target dan tentu saja hal tersebut sekarang menjadi impian gue, gue juga sama seperti engineer-engineer lain yang bisa kerja di CISCO SYSTEM, walaupun gue sendiri masih tidak yakin apakah gue sanggup menjalankan tuntutan mereka jika gue kerja disana walaupun hal tersebut sebenarnya masih jauh dari harapan gue. Untuk sekarang yang gue inginkan hanya memiliki kesempatan menuntaskan gelar master gue, dan untuk bisa memulai gelar master gue sudah tentu gue harus memiliki sebuah pekerjaan yang memadai penghasilan nya, dan untuk bisa mengambil gelar tersebut di luar negeri sudah tentu gue butuh pengalaman agar bisa mendapatkan pekerjaan yang memiliki penghasilan lumayan di luar sana.

Untuk sekarang gue masih bimbang, apakah gue bisa sampai bekerja di luar negeri, hal ini lebih dikarenakan istri gue juga seorang kosultan, dan dia seorang arsitek, dia mempertimbangkan proyek-proyek yang sudah mulai dipercayakan ke dia, dan itu berarti ada aliran uang yang masuk dan itu lumayan. Oleh sebab itu gue harus mempertimbangkan juga apakah memang layak untuk dikorbankan semua pekerjaan istri gue jika gue tetep ngotot untuk bekerja diluar sana.

Jika pada akhirnya gue tidak bisa pergi untuk mengadu nasip di luar sana, itu berarti gue harus mengambil gelar master di dalam negeri, ya… gue tidak menyesal, karena pendidikan di dalam negeri pun sebenarnya tidak kalah dengan pendidikan diluar negeri, hanya saja adat masyarakat kita yang salah kaprah dan menganggap pendidikan di luar negeri lebih bagus, padahal belum tentu.

Gue cuma bisa berharap agar nantinya gue bisa memutuskan, apakah gue akan tetap mengambil gelar master atau tidak, apakah gue akan ambil gelar tersebut di luar negeri atau di dalam negeri, dan apakah gue akan mengambil CCIE voice lagi. Semua itu sekarang menjadi PR gue dalam menatap masa depan dan merajut impian.

Regads

SWD

Advertisements