Gaji dan Kemampuan

Gue termasuk salah satu orang yang bekerja di perusahaan orang lain, setelah bekerja beberapa tahun, gue mulai meneliti beberapa hal yang ada di dunia kerja. Dari semua hal yang gue perhatikan, ada satu hal yang paling gue minati untuk di teliti, yaitu masalah gaji/ income.

Banyak di antara karyawan di perusahaan gue yang memiliki impian punya gaji besar, tidak bisa dibantah jika hal itu memang menjadi tujuan utama kita bekerja, yaitu uang. Akan tetapi kenapa hanya sedikit orang yang bisa mencapai sebuah titik dimana gaji mereka sudah benar-benar cukup untuk memenuhi kehidupan mereka?

Ada banyak pembicaraan antara sesama rekan kerja dengan gue, gue ambil salah satu contoh, ada temen yang mengatakan ke gue sebesar apa gaji dia seharusnya, dengan beberapa opini yang dia katakan kepada gue dan opini tersebut cukup masuk akal, salah satu nya adalah dia lulusan gelar master dari luar negeri dengan hasil cum laude. Jika gue perhatikan, perusahaan sekarang ini tidak terlalu memikirkan dari mana kah pendidikan formal kita berasal, perusahaan umumnya lebih memandang kepada hasil kerja dan kemampuan kita saat sudah berada di tengah-tengah dunia kerja. Seseorang boleh merasa dirinya adalah seorang professor atau seorang pemegang gelar master atau seorang yang ahli di bidang tertentu apalagi merasa “gue pegang banyak certificate”.

Semua hal itu tidak akan berguna jika tidak bertemu dengan kebutuhan akan hal itu, kalau gue perhatikan perusahaan jaman sekarang lebih mengarah ke arah kebutuhan terlebih dahulu, apakah sebuah perusahaan memang membutuhkan orang seperti kualifikasi tadi atau hanya butuh lulusan SMA saja. Oleh sebab itu, banyak sekali karyawan yang terlalu sempit dalam berpikir sehingga langsung mengambil sebuah kesimpulan “perusahaan nya jelek karena tidak bisa memberikan gaji sesuai dengan apa yang gue punya”, padahal jika mau untuk dipikirkan kembali, apakah memang apa yang kita punya di butuhkan oleh perusahaan tersebut?

Selain itu, kita juga harus bisa berpikir dari sisi lain, misalnya, seandainya gue menjadi seorang atasan apalagi seorang pemilik perusahaan, sudah tentu gue tidak keberatan memberikan gaji besar kepada seseorang, selama orang tersebut bisa memberikan kontribusi yang besar pula untuk perusahaan, akan tetapi apa jadi nya jika ternyata orang tersebut tidak mampu memberikan apa yang gue harapkan? Apakah gue tetep akan memberikan gaji sesuai yang dia tuntut hanya karena dia seorang lulusan luar negeri dengan nilai cum laude atau hanya karena dia memegang beberapa certificate international?

Hal tersebut tidak akan pernah terjadi, karena bagaimanapun juga yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan adalah sebuah kemampuan dalam bekerja, cara bekerja, dan tentunya hasil dari bekerja. Dan untuk mencapai semua itu tidak cukup dengan hanya mengandalkan certificate atau ijazah, tetapi juga dibutuhkan sebuah sikap yang baik, dewasa, kemauan untuk belajar, tanggungjawab, dan mampu untuk bekerja sama dengan baik. Hal-hal terakhir ini yang sering dilupakan oleh karyawan dalam bekerja, dan tentunya juga harus sesuai kebutuhan perusahaan yang bersangkutan atas kualifikasi seorang karyawan saat itu.

Dari kejadian yang ada dan semua input yang gue dengerin, gue mengambil sebuah kesimpulan (secara pribadi) bahwa untuk bisa mencapai sebuah titik penghasilan yang memuaskan, tidak bisa dicapai dalam waktu yang singkat walaupun kita memiliki segala ijazah dan certificate karena kita masih harus membuktikan jika kita memang pantas untuk di gaji lebih, sesuai dengan hasil yang sudah kita capai dan berikan ke perusahaan.

 

Thanks and regards

SWD

Advertisements