What is CCIE? (Cont)

Banyak orang yang tanya ke gue, menjadi CCIE itu susah ya? bagaimana cara nya agar bisa menjadi CCIE? dll.

Dari pertanyaan itu gue jadi tau, banyak orang menganggap CCIE itu sesuatu yang wah di dunia networking, akan tetapi mereka melupakan satu hal, jika di dunia Networking itu bukan hanya diukur dari sertifikat apa yang lu punya, tapi juga pengalaman apa yang sudah lu dapatkan.

Menjadi CCIE dengan first attempt memang bagus, akan tetapi menjadi CCIE bukan diukur dari berapa kali lu bisa lulus ujian untuk mendapatkan CCIE, tentunya dengan lulus first attempt lu bisa mendapatkan reward lebih karena lu tidak perlu menghabiskan banyak dana untuk ujian (jika ada yang sadar akan hal itu), dan dari segi pemahaman lu juga bisa dianggap lebih baik karena bisa lulus sekali ujian.

Akan tetapi seperti yang gue bilang, CCIE bukan diukur dari berapa kali lu ujian untuk lulus, tetapi dari apa pengalaman yang sudah lu miliki. Seorang CCIE yang tidak memiliki pengalaman tidak ada gunanya, dan sudah tentu tidak ada nilai jual nya. Pengalaman pengalaman CCIE tidak banyak bisa didapatkan sebelum menjadi CCIE, karena pada umumnya seorang CCIE akan diminta mengerjakan tugas tugas yang memang harus dikerjakan seorang CCIE, dan tugas yang diberikan tidak hanya berhubungan dengan teknikal saja.

Seorang CCIE selain kuat di teknikal dan teori networking, dia juga harus mampu berhadapan dan berbicara dengan customer, harus mampu menerjemahkan apa yang dijelaskan secara teknikal ke bahasa awam agar customer mengerti, dan dia juga di tuntut untuk bisa mengerti apa keinginan customer dan menerjemahkan nya ke bahasa teknikal agar team dia bisa mengerjakan apa yang di inginkan oleh customer.

Seorang CCIE juga di tuntut agar bisa membuat sebuah prosedur teknikal berdasarkan teori teori teknikal dan pengalaman di lapangan, untuk memberikan sebuah prosedur yang bagus ke customer, dan harus bisa dipertanggungjawabkan.

Untuk bisa mendapatkan pengalaman seperti itu, dimana kita tidak hanya mendapatkan pengalaman teknikal saja, akan tetapi juga mendapatkan pengalaman organisator, leader, sosialisasi saat berhadapan dengan customer, kemampuan menerjemahkan dan lain sebagainya, tentu dengan menjadi CCIE lebih mudah, karena dengan menjadi CCIE tanggungjawab seperti itu akan lebih mudah di delegasi ke kita.

Jadi, jangan berpikir jika menjadi CCIE artinya selesai atau finish, karena menjadi CCIE berarti mendapatkan tiket baru untuk masuk ke dunia networking yang lebih luas, mendapatkan pengalaman yang hanya bisa didapatkan oleh CCIE, dan tentunya mendapatkan hidup yang lebih baik dari segi ekonomi.

CCIE is not the ending, it’s the beginning, dan CCIE tidak diukur dari berapa kali dia harus ujian sampai lulus, tapi dari berapa banyak pengalaman yang sudah dia dapatkan.

regards

swd

What is CCIE?

Bulan ini adalah bulan ke 6 gue menjadi seorang CCIE. Dari apa yang sudah gue lakukan, gue ingin sharing beberapa hal tentang apa itu CCIE.

CCIE oleh kebanyakan orang dianggap sebagai tiket untuk bisa berkerja dengan gaji besar, kerja enak, ga kerja yang kasar kasar lagi dan lain sebagai nya.

Untuk gaji besar gue rasa tidak, tapi kalau untuk gaji yang lebih baik, iya. Kalau untuk masalah kerjaan, gue memandang dari beberapa sisi, CCIE memang dianggap sebagai sertifikat tertinggi di dunia networking, akan tetapi apakah seorang CCIE pantang untuk kerja kasar? jawaban nya tidak.

Contoh gampang, gue kemaren baru ikut narik kabel FO lewat plafon di customer gue, disitu gue liat, bukan narik kabel nya yang gue tekanin, tapi teamwork nya yang gue tekanin, karena apa, untuk bisa menarik kabel FO melalui plafon yang sudah penuh dengan tikus dll, kita membutuhkan sebuah teamwork yang bagus agar kabel FO kita ga putus atau tergencet atau ga berfungsi karena salah tarik.

Menjadi seorang CCIE berarti menjadi orang yang lebih ngerti dan tentunya mendapatkan beban ekspetasi dari orang lain yang tidak kecil. Dan menjadi CCIE tanpa bisa teamwork tidak akan berhasil menjadi seorang CCIE yang bisa berkecimpung di dunia network, karena jika kita bekerja di dunia network, kita butuh sebuah team yang solid dan kompak agar pekerjaan cepat selesai.

Dengan ikut menarik kabel (salah satu contoh), walaupun hal itu bisa di kategorikan kerja kasar, gue bisa sekalian mendapatkan pelajaran lain selain kerja kasar nya, contohnya teamwork.  Sebenarnya menurut gue menjadi CCIE atau tidak, siapapun kita, saat kita memutuskan untuk berkarir di dunia networking, kita tidak boleh takut dengan yang namanya “kerja kasar” itu sendiri, karena kita tidak akan lepas dari kerja seperti itu.

Untuk kerja enak, gue rasa hal ini sangat relatif karena untuk bisa kerja enak sebenarnya menurut gue kita harus menikmati kerja itu sendiri, karena kita tidak akan bisa kerja enak jika kita sendiri sudah tidak nyaman dengan pekerjaan kita.

Sekali lagi gue ingin ingetin untuk teman teman yang akan maju sampai mendapatkan CCIE. CCIE is not the ending, it’s the beginning, dan menjadi CCIE tanpa pengalaman itu tidak ada gunanya, dan salah satu cara untuk bisa mendapatkan pengalaman yang matang, tentunya tidak boleh takut dengan yang namanya “kerja kasar”

regards

swd

Almost Finishing

Ya, akhirnya migrasi core sudah selesai, semua problem yang terjadi juga sudah solved.

Dari kejadian kejadian yang ada selama proyek, gue mendapatkan beberapa pengalaman, terutama pengalaman menghadapi customer dimana disaat yang bersamaan gue juga harus koordinir dengan team gue.

Kali ini untuk kesekian kali nya gue berkerja dengan customer enterprise, kerjaan nya pun sama, yaitu migrasi network mereka, satu hal yang gue dapat dari proyek dengan customer enterprise adalah kita harus siap menghadapi bermacam macam konektor, server, end point, dan user hehehe….

Setidaknya proyek kali ini menambah deretan experince gue dalam berhadapan dengan customer enterprise skala besar.

Walaupun di core sudah di migrasi dan sudah stabil, akan tetapi sebentar lagi site akan mulai di migrasi juga, dan di blog sebelum nya gue pernah bilang di site lebih mudah, dan ternyata hal itu meleset hahaha… ada beberapa problem yang harus di fixed terlebih dahulu agar bisa di rancang migrasi procedure nya dengan minimal downtime, yang baru ketauan adalah konektor FX, ya… di device baru yang gue gunakan ini menggunakan konektor LH, kemaren sempet juga terjadi di jakarta menggunakan konektor SX, sempet pusing juga sampai akhir nya dari balikpapan ngirim konektor LX agar bisa bicara dengan konektor baru di device baru yang akan dipasang.

Jadi sekarang yang harus gue kerjakan terlebih dahulu adalah mengecek seluruh konfigurasi dan konektor di lapangan, untuk kemudian gue buatkan migrasi procedure nya untuk di presentasikan ke customer sebelum migrasi di lakukan.

Saat nya berkerja lagi hehehe….

Regards

swd

Monitoring Session Begin

Yup, kenapa gue bilang monitoring session, karena seluruh core network sudah selesai di migrasi, dan sekarang sedang dalam tahap monitoring.

Gue sangat bersyukur, karena network di jakarta yang gue migrasi nyaris tidak ada problem yang muncul, sempet ada satu problem tentang server, tapi kesalahan tidak pada network hehehe… walaupun kami tetap bantu untuk cross check dan testing.

Semoga saja di Jakarta benar benar smooth dan tidak terjadi apa apa.

Setidaknya gue bisa save dikit posisi team gue, soalnya seperti yang gue bilang untuk di balikpapan ada beberapa masalah yang sudah sampai bikin customer teriak, parah nya saat mau migrasi network jakarta petinggi petinggi nya dateng semua termasuk yang dari kantor gue hahaha… karena mereka trauma dengan kejadian kejadian yang di balikpapan, dan mereka tidak mau hal serupa terulang di jakarta, karena di jakarta ada gateway ke luar negeri tempat asal dari oil company ini, dan ke singapura juga selain ke balikpapan tentunya.

Untung nya di jakarta lancar dan bisa dibilang cukup sukses migrasi nya ^^

Regards

swd